Istridikatakan menyakiti hati suami, bila sikap atau perbuatannya dapat diilai merendahkan martabat suaminya. Istri yang menyakitkan hati suaminya diancam oleh islam tidak mendapatkan balasan surga kelak diakhirat. Karena itu para istri berhati-hatilah dalam bersikap dan bertindak terhadap suami. 28. Tidak Melarikan Diri dari Rumah Suami:
Keutamaanbagi suami yang sabar atas sikap jahat istrinya dan anaknya adalah sangat besar pahala dan martabatnya disisi Allah swt. Ia sama seperti Rasulullah saw yang sangat sabar kepada semua istri dan anaknya. Ada kisah, pada suatu hari ada seorang lelaki datang menjumpai Umar bin Khathab, bermaksud untuk mengadukan kejelekan sifat istrinya.
Menyoalhal istri prioritaskan suami atau ibu, Kata Ustaz mengutip nasihat dari Ustaz Syam Elmarusy dalam Islam Itu Indah. Berikut nasihat lengkap Ustaz Syam Elmarusy: Jikalau diberikan pilihan, kembali ke dalil surganya seorang istri terletak pada suaminya. Tapi, bukan berarti dia mampu mengabaikan ibundanya.
. LAZ Yasa Malang › Islam › Keutamaan suami yang sabarKeutamaan suami yang sabarYang terindah bukanlah penulisnya tp yang mampu mengamalkannya.. Tak penting siapa aku,Bagaimana rupaku,Status dan kedudukanku,Yang penting ungkapanku,Jika itu baik “MANFAATKAN”, Jika itu salah LURUSKAN,atau PERINGATKAN,atau “ABAIKAN” ,Atau “MAAFKAN”.ﷺ ﺍﻟﻠﻬــــــــﻤﮯ ﺻــــــﻞ ﻋﻠﮯ ﺳﻴﺪﻧﺎﻣﺤﻤــــــــﺪDiomeli, dimarahi, atau bahkan dicaci maki istri sedangkan suami hanya diam mendengarkan ocehan istri ternyata mengandung keutamaan dan pahala yang sangat besar. Hal itu bukanlah dalam rangka takut istri, namun lebih kepada berusaha menjadi suami yang memimpin istri dengan cara yang baik. Dengan cara sabar menjauhi kekerasan fisik terhadap bukan berarti diam membiarkan istrinya jatuh dalam kejelekan, tetapi lebih kepada menasehati istri dengan cara-cara yang baik. Disebutkan Hadits Rasulullah ﷺ yang menjelaskan keutamaan suami yang sabar terhadap perlakuan jelek seorang صَبَرَ عَلَى سُوءِ خُلُقِ امْرَأَتَهِ أَعْطَاهُ اللّٰهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلَ مَا أَعطَا أَيُّوبَ عليه السلام عَلى بَلَاءِهِBarang siapa sabar atas jeleknya akhlak istrinya, maka Allah memberikan pahala kepada dirinya seperti pahala yang diberikan Allah kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan yang menimpa.Bergaul dengan cara yang baik selain perintah Allah dalam Al-Qur’an, juga menjadi kebiasaan Rasulullah ﷺ terhadap istri-istri beliau. Rasulullah sendiri menyatakan umat terbaik adalah meraka yang paling baik kepada keluarganya. Seperti yang disebutkan dalam Kitab Uqudul صلى الله عليه وسلم إِنَّ مِنْ اَكمَلِ المُؤمِنِينَ اِيمَانًا اَحسَنُهُم خُلُقًا وَأَلطَفُهُم بِاَهلِهSesungguhnya termasuk paling sempurna-sempurnanya orang mukmin dalam keimanan, adalah mereka yang paling baik akhlaknya dan paling lembut kepada dengan cara sabar inilah Rasulullah ﷺ memberi kabar gembira bagi para suami dalam menghadapi istrinya yang mungkin sering membuat hati jengkel. Pahala besar menanti bagi mereka yang sabar, dengan sabar meskipun menahan amarah ternyata Allah memberikan kebaikan yang lebih besar berkat kesabaran suami dengan bergaul secara Hati Sejuta PeduliBaca artikel keislaman Lainnya Disini Post Views 56
Ilustrasi suami sabar menghadapi istri. Foto Kmpzzz/shutterstockSebagaimana istri yang diperintahkan sabar untuk menghadapi suaminya, suami sabar menghadapi istri juga dianjurkan demi menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, buku Fiqh Keluarga Terlengkap oleh Rizem Aizid, menghadapi istri dengan penuh kesabaran termasuk bagian dari kewajiban suami selain bersikap lapang dada dan memperlakukannya dengan menghadapi masalah, pasangan Muslim dianjurkan untuk mencari solusi bersama untuk menghindarkan rumah tangga dari konflik. Apa pun masalahnya, sebaiknya dibicarakan bersama pasangan dengan sabar dan kepala bisa mewujudkan pernikahan ideal, suami yang sabar menghadapi istrinya juga akan mendapat pahala dan kemuliaan dari Allah SWT. Apa pahala suami sabar menghadapi istri?Pahala Suami Sabar Menghadapi IstriIlustrasi suami sabar menghadapi istri. Foto Tirachard Kumtanom/ShutterstockBerdiam diri ketika mendapat omelan atau bahkan cacian dari istri rupanya memiliki keutamaan dan pahala yang sangat besar. Sebab dengan bersabar, suami otomatis menjauhi kekerasan terhadap istrinya, baik itu kekerasan fisik maupun buku Suami Isteri Berkarakter Surgawi oleh Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi, bagi suami yang sabar menghadapi istrinya, Allah akan memberikan padanya kebaikan istrinya itu. Dalam sebuah hadits disebutkan“Diriwayatkan bahwa Imran bin Hathan, seorang pengikut Khawarij, wajahnya buruk namun demikian dia mempunyai seorang istri yang sangat cantik. Suatu saat istrinya melihat suaminya dan berkata, Alhamdulillah.’ Imran bertanya, Kenapa kamu memuji Allah?’ Istrinya menjawab, Karena engkau telah diberi rezeki istri yaitu diriku, lalu engkau mensyukurinya dan aku telah diberi rezeki suami yaitu dirimu, lalu aku bersabar. Bukankah orang yang bersyukur dan yang bersabar, keduanya di surga.’”Yang dimaksud bersabar bukan berarti membiarkan istri berbuat semena-mena terhadap suami, pula tidak menjadikan suami takut istri. Bersabar adalah salah satu upaya menjadi pemimpin rumah tangga yang baik dengan cara menasihati istri secara kitab karya Kiai Nawawi bin Umar Al Banteni, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda“Barang siapa sabar atas jeleknya akhlak istrinya, maka Allah memberikan pahala kepada dirinya seperti pahala yang diberikan Allah kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan yang menimpa.”Jika seorang suami menemukan hal yang tidak disukainya dari sang istri, sebaiknya ia melihat lagi sisi-sisi baik yang dimiliki istrinya itu. Sebab, satu keburukan sejatinya dapat menutupi seribu kebaikan Menghadapi Istri dengan KesabaranIlustrasi suami sabar menghadapi istri. Foto metamorworks/ShutterstockMengutip buku Kesalahan Fatal Suami oleh Ustdz. M. Kamaluddin MM, ada beberapa cara menghadapi istri egois dengan sabar, tapi tetap membuat mereka sadar akan perannya dalam rumah tangga. Berikut di antaranya1. Bersikap TegasSebagian kaum wanita tidak menyadari bahwa mereka sudah bertindak egois dengan mengorbankan pasangan mereka. Jadi, suami harus membuat istri menyadari kesalahannya dengan bertindak tegas padanya setiap kali dia berperilaku Menegaskan Peran Masing-MasingIstri umumnya bersikap egois ketika dirinya merasa lebih dibanding suaminya, baik dari segi penghasilan ataupun status sosial. Apa pun kondisinya, Islam tidak memperkenankan istri untuk membangkang kepada itu, suami sebaiknya mempertegas kembali apa sebenarnya peran istri dalam rumah tinggi. Jangan lupa tunjukkan padanya bahwa Anda ingin dia berubah menjadi pribadi yang lebih Hindari Suara TinggiMenggunakan nada tinggi saat menghadapi istri yang sedang emosi justru akan semakin menyulut amarah mereka. Mereka akan merasa tersinggung dan tidak mendengarkan nasihat yang diberikan suaminya. Jadi, sampaikanlah nasihat itu secara tegas, tapi tetap dengan bahasa dan nada yang sikap suami terhadap istri?Bagaimana cara menghadapi istri yang egois dan keras kepala?Apakah suami boleh membentak istri?
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID sNzDJmWilrJORxXM1NnIvk51QtkTLkZnKY95nZxJC_8bfE6QzCKBGQ==
sumber Ada banyak kisah inspiratif dan menarik tentang kehidupan dalam berislam. Salah satunya adalah kisah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun. Siapa yang tidak tahu Fir’aun? Fir’aun merupakan sosok penguasa zalim yang menganggap dirinya Tuhan. Namun, Fir’aun memiliki seorang istri yang beriman dan sabar, bernama Asiyah. Bagaimana kesabaran Asiyah istri Firaun menyikapi suami? Simak kisahnya. Bagaimana Sosok Asiyah binti Muzahim? Sosok istri penyabar memang cocok disematkan kepada Asiyah binti Muzahim. Dia adalah istri Fir’aun, penguasa zalim, yang menganggap dirinya Tuhan. Berkat kesabaran dan keimanan yang teguh di tengah kekejaman Fir’aun, dia dijamin masuk surga oleh Allah Swt. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan HR Ahmad dan Thabrani, “Wanita paling utama di surga adalah Khadijah binti Kuwalid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun.” Ketika Fir’aun menyiksanya, Asiyah tetap tabah dan sabar. Dia terus berusaha memelihara keutuhan rumah tangga serta menjaga kebahagiaan suami dan anak-anaknya. Di tengah peliknya permasalahan rumah tangga, dia menyimpan semua permasalahan dalam hati dan selalu memohon perlindungan dari Allah. Awal Pernikahan Asiyah binti Muzahim memiliki paras dan budi pekerti yang cantik. Karena kecantikannya, Fir’aun meminangnya untuk menjadi istri. Saking sayangnya Fir’aun dengan istrinya, dia menuruti keinginan sang istri, termasuk mengangkat Musa alaihisalam sebagai putranya. Pada awalnya pernikahan pasangan ini sangat bahagia. Apalagi Asiyah menjadi istri dari seorang raja yang hebat di zamannya. Namun, kebahagiaan berubah menjadi penderitaan sejak Fir’aun menjadi raja yang zalim dan semena-mena. Selain sebagai raja, Fir’aun mengaku dirinya adalah Tuhan dan meminta rakyatnya untuk menyembah. Asiyah tidak bisa menerima perbuatan Fir’aun. Dia tidak mau menganggap suaminya adalah Tuhan dan menyembahnya. Namun, Asiyah tetap sabar menghadapi sifat buruk suaminya. Bahkan dia rela mengorbankan nyawa dalam menghadapi perlakuan jahat sang suami. Kekuatan Hati dan Keimanan Asiyah Keteguhan hati yang kuat untuk selalu beriman kepada Allah menjadikan Asiyah binti Muzahim mendapatkan kemuliaan dari Allah. Walaupun Fir’aun sering menyiksanya, dia tidak takut dan tetap berpegang teguh pada keimanannya. Asiyah pun berdoa kepada Allah. Dalam Surah At-Tahrim ayat 11, Asiyah berdoa, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” Doanya inilah yang menjadikan Asiyah salah satu wanita mulia yang dijamin Allah untuk masuk surga. Dia menjadi wanita yang teguh pendirian menentang kezaliman suaminya, Fir’aun. Pesan dari Kesabaran Asiyah Kisah inspiratif, kesabaran Asiyah istri Firaun menyikapi suami, dapat dijadikan suri teladan bagi para wanita mukmin. Kisah ini juga menggambarkan bahwa suami merupakan cobaan bagi istrinya. Begitu juga sebaliknya, istri juga merupakan cobaan bagi suaminya. Tetaplah di jalan Allah masalah rumah tangga menerpa. Sesungguhnya Allah mencintai dan memuliakan orang-orang istri-istri yang bersabar. Inilah kisah inspiratif kesabaran Asiyah istri Firaun menyikapi suami. Kisah ini bisa menjadi pelajaran untuk laki-laki dan wanita dalam memilih calon pasangan. Pilihlah calon pasangan sesuai dengan cara Islam. Insyaallah, kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah war-rahmah dapat tercapai.
Salah satu karakter yang perlu dimiliki seorang suami ialah sabar. Banyak orang mengira karakter ini tidak terlalu penting dibanding kepemimpinan. Kebanyakan pria didorong dan dididik untuk bisa memimpin keluarga. Namun, dalam hidup berumah tangga ada banyak masalah dan tantangan yang menuntut kita, sebagai kepala keluarga, untuk sabar kepada semua anggota keluarga—khususnya istri. Mengapa Tuhan ingin kita melakukannya, dan bagaimana cara menjadi suami yang sabar?Mengapa Perlu Sabar?Untuk menjadi suami yang sabar, Anda perlu terlebih dahulu memahami apa alasan seorang suami harus mengasihi seorang pria berkomitmen menikahi seorang wanita, ia siap menerimanya dengan segala kelebihan dan juga kekurangannya. Entah istri Anda cerewet, pemarah, atau punya pola pikir negatif, ketika Anda mengikat janji setia dengannya, berarti Anda menerima istri Anda sebagai satu paket. Tidak hanya yang bagus-bagusnya saja, tetapi juga keburukan dan kelemahannya. Seorang pria tetangga di kota kelahiran saya punya istri yang bertabiat kasar dan pemarah. Kalau sedang bertengkar, para tetangga di sekitar rumah mereka pasti bisa mendengar suaranya. Untunglah, suaminya sangat sabar. Setelah lulus sekolah, saya merantau selama lima tahun. Ketika pulang, saya mendengar istri tetangga ini sedang marah-marah kepada suaminya dengan suara yang sama lantangnya dengan lima tahun lalu. Suatu ketika, saya dan tetangga pria ini bertemu di warung kopi. Di sela-sela obrolan kami, saya bertanya apa rahasianya sehingga bisa sabar terhadap istrinya selama puluhan tahun. Ia menjawab “Karena aku mengasihinya, dan aku yang memilihnya.”Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. – Kolose 319Kesabaran menjadi salah satu karakter yang perlu Anda miliki untuk menjaga kehidupan pernikahan yang harmonis, karena1. Sabar Adalah Wujud KasihKasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. – 1 Korintus 134Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. – 1 Korintus 137Dalam definisi kasih, kata “sabar” diulang sebanyak dua kali, yaitu di ayat 4 dan 7. Artinya, Tuhan ingin kita serius dengan kesabaran, karena ini memang tidak mudah. Tuhan memerintahkan kita agar sabar menanggung segala sesuatu. Artinya, kita harus sabar dalam kondisi apa pun. Bukan hanya ketika segalanya baik-baik saja, melainkan juga ketika keadaan sedang tidak Anda bisa bersabar menghadapi pelanggan yang menjengkelkan, Anda pun bisa bersabar dengan istri yang wajahnya cemberut sepulang kerja gara-gara terjebak macet. Kalau Anda bisa sabar menghadapi atasan yang menuntut Anda menyelesaikan target pekerjaan secepatnya, Anda juga harus sabar ketika istri meminta Anda membeli tabung gas malam itu Anda mengasihi istri, seburuk apa pun ucapan atau tingkahnya akibat situasi tertentu, Anda akan mampu bersabar dan merespon dengan benar. Namun, tanpa hati yang mengasihi, mudah bagi Anda untuk langsung marah dan melupakan semua hal baik yang sudah istri lakukan untuk Anda. Ingatlah bahwa istri adalah penolong terbaik dari Tuhan bagi Kesabaran Membuat Anda Melebihi PahlawanOrang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. – Amsal 1632Ujian untuk bersikap sabar dapat terjadi kapan saja dan berlangsung seumur hidup. Dan, siapa yang paling sering membuat jengkel dan menguji kesabaran kita? Biasanya mereka yang paling sering berinteraksi dengan kita. Misalnya, rekan kerja, relasi bisnis, mertua, anak, atau istri. Sebelum menunjuk orang lain sebagai penyebab ketidaksabaran kita, mari lakukan evaluasi diri Mungkinkah mereka menjadi tidak sabar karena sikap kita yang menguji kesabaran mereka? Orang bisa menjadi tidak sabar karena berbagai sebab. Ketika ini terjadi, alangkah baiknya Anda introspeksi diri. Contohnya, atasan sering bersikap tak sabar kepada Anda. Cobalah koreksi diri dahulu Apakah cara kerja saya sudah tepat dan hasilnya memuaskan? Atau, apakah saya malas-malasan bekerja sehingga atasan jadi kesal? Lantas, bagaimana kalau kita yang sering tidak sabaran kepada seseorang? Atasi hal ini dengan mencari solusinya. Umpamanya, Anda tidak sabar dengan anak Anda yang malas belajar. Untuk itu, cari tahu kenapa ia malas, apa yang bisa memotivasinya untuk rajin belajar, dan seterusnya. Fokuslah pada pemecahan masalah. Marah-marah dan bersikap kasar takkan menyelesaikan apa-apa, tetapi mencari solusi akan membantu anak Anda dan diri Anda sendiri. Pasangan tentu mau menerima Anda apa adanya, tapi pasangan Anda dan juga Tuhan, tidak ingin Anda terus-menerus apa adanya. Tuhan mau kita mengalami pertumbuhan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Setelah punya istri, yang tidak sabaran perlu belajar menjadi sabar. Yang sudah sabar, belajarlah untuk lebih sabar Teguh 2 Hal IniAda banyak cara untuk menjadi suami yang sabar, tetapi saya ingin berfokus pada dua hal. Keduanya sederhana, tetapi besar dampaknya jika diterapkan dengan serius1. Perlakukan Istri Sebagaimana Anda Ingin DiperlakukanJanganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN. – Imamat 1918Saat sedang kecewa, marah, atau sedih akibat suatu hal, Anda tentu berharap istri bersikap sabar dan mau memahami. Nah, andaikan kondisinya dibalik, maukah Anda juga bersabar dan memahami istri?Misalkan, istri Anda menjengkelkan dan bicaranya ketus. Pikirkanlah, pasti ada sebabnya mengapa ia bersikap begitu. Mungkin ia sedang haid. Atau, pusing dengan anggaran belanja yang diperketat. Mungkin ia punya masalah dalam pekerjaan, stres mengurus anak yang sakit atau malas belajar, dan lain lekas-lekas ikut marah kalau istri marah. Belajarlah untuk diam. Pernah suatu kali, sepulang kerja saya mendapati istri sedang cemberut, dan ketika ditanya, nada suaranya tinggi. Alih-alih mendesaknya, saya memilih pergi mandi. Usai makan, setelah istri kelihatan lebih relaks, barulah saya bertanya lagi. Istri bercerita bahwa ia sedang banyak masalah di kantor, ditambah pula kadar asam lambungnya naik. Saya pun memeluk dan maka kita akan dapat berpikir positif dan berlaku Terima Koreksi Mungkinkah Anda yang Lebih Dulu Menguji Kesabaran Orang Lain?Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. – Pengkotbah 78Apa yang biasanya membuat istri Anda kesal, lalu kalian bertengkar, dan Anda jadi tak sabaran terhadapnya?Kalau saya, biasanya karena sudah berkali-kali diberitahu tapi saya tidak mengindahkan. Istri marah, dan kesabaran saya ikut habis. Ketika ditelusuri lebih dalam, barulah saya tahu yang membuat istri gusar adalah karena saya suka menunda-nunda sesuatu yang menurut saya sepele. Misalnya, memfotokopi KTP. Menyadari hal ini, saya mengakui bahwa saya salah dan telah menjengkelkan hatinya. Namun, tak berhenti sampai di situ, saya juga belajar mengubah kebiasaan menunda. Apa yang bisa dikerjakan sekarang, saya kerjakan sekarang. Jika hal ini dapat membuat karakter saya bertumbuh, mengapa tidak saya lakukan?Orang yang panjang sabar adalah orang yang rendah hati. Ia berusaha memahami kenapa orang yang dikasihinya marah, mencari tahu akar masalahnya, dan fokus pada solusi. Ia memikirkan perasaan istrinya. Ia sadar, hal-hal yang dianggapnya lumrah dan tidak merugikan, ternyata menjengkelkan dan merugikan orang lain. Berubahlah menjadi lebih baik dengan introspeksi diri dan kemauan untuk terus bertumbuh. Jangan menjadi orang sombong yang menolak kritikan. Bukan tak mungkin, inilah yang menjadi awal masalah rumah tangga, yaitu karena orang lain tidak sabar dengan kekeraskepalaan Anda. Bersyukurlah istri Anda masih mau mengoreksi, karena tandanya ia mengasihi Anda. Ia ingin Anda berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan hanya menuntut istri sabar lebih dahulu, baru Anda akan sabar. Kita, sebagai suami, juga harus lebih dulu sabar terhadap istri. Suami adalah pemimpin keluarga, dan pemimpin adalah pengaruh. Jadi, kalau kita sabar, kita bisa memengaruhi orang-orang di sekitar kita untuk bersabar berusaha dengan sungguh-sungguh, Anda pasti bisa sabar menghadapi pasangan. Istri adalah penolong yang diberikan Tuhan untuk Anda, jadi bersabarlah menghadapinya dalam segala hal. Perlakukan istri seperti Anda ingin diperlakukan, terimalah koreksinya, dan bertumbuhlah menjadi pribadi yang lebih baik. Selamat mencoba!–Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI OfficialWhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI OfficialArtikel terkaitVideo inspirasiVisited 80 times, 1 visits todayLast modified Jul 7
Kewajiban suami terhadap istri merupakan hal yang juga sangat penting untuk dibahas sebagaimana kita seringkali membahas mengenai kewajiban istri yang harus dipenuhi pada suami. Selama ini, nilai yang beredar di masyarakat memang lebih cenderung menuntut para istri untuk menaati perintah suami tanpa diimbangi dengan pemenuhan hak istri yang sebenarnya juga penting untuk dilakukan. Anggapan ini tentu sangat keliru dan tidak adil. Agama Islam sendiri mengajarkan kepada umatnya untuk selalu mengakui bahwa suami dan istri memiliki posisi yang sama dan setara di dalam sebuah pernikahan. Saat hak dan kewajiban masing-masing telah dipenuhi dengan baik, tentu akan tercipta kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Pernikahan juga akan terasa lebih bahagia dan tentram. Jika membahas mengenai kewajiban suami terhadap istri, kira-kira apa saja ya kewajiban suami yang harus dipenuhi menurut Agama Islam. Kewajiban Suami Terhadap Istri1. Memberikan Mahar2. Memberikan Nafkah yang Halal3. Menggauli Istri dengan Baik4. Menunjukkan Kasih Sayang yang Tulus5. Menghormati Istri6. Menghormati Keluarga Istri7. Menjaga Aib Istri8. Membimbing Istri9. Memaafkan Kesalahan Istri10. Tidak Pelit Terhadap Istri11. Menjadi Kepala Keluarga yang Baik12. Melayani Istri13. Memenuhi Keinginan Istri14. Tidak Curiga Terhadap Istri15. Menjaga Harta Istri16. Bertutur Kata yang Lembut Terhadap Istri17. Memberikan Janji yang Baik18. Bersikap Lapang Saat Sedang SendiriKategori Ilmu Berkaitan RelationshipArtikel Relationship Menurut Imam Al-Ghazali di dalam kitabnya yang berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail, Imam Ghazali Kaira, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halam 442 menjelaskan mengenai adab suami terhadap istrinya, yang berbunyi sebagai berikut “Adab suami terhadap Istri, yakni berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah. Kemudian juga menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil pelit, memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri.” Di bawah ini adalah beberapa daftar kewajiban suami terhadap istri menurut Agama Islam yang harus dipenuhi, antara lain 1. Memberikan Mahar Perlu dipahami bahwa mahar bukan hanya sekadar syarat sah menikah saja. Tapi juga sebuah bentuk pemenuhan kewajiban suami terhadap istri untuk pertama kalinya, sekecil apapun nominalnya. Kewajiban untuk memberi mahar kepada istri ini sudah ada di dalam Al-Quran, yakni di dalam Surat An-Nisa yang artinya “Berikanlah maskawin kepada wanita yang kamu nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” 2. Memberikan Nafkah yang Halal Nafkah merupakan hak istri yang wajib dipenuhi oleh suaminya. Di dalam Islam, suami wajib memberikan dan mencukupi kebutuhan istri yang Ia peroleh dari pekerjaan yang halal dan baik. Perlu diingat bahwa di dalam rumah tangga, kelangsungan hidup istri dan juga anak-anak berada di pundak suami. Kewajiban memberi nafkah yang cukup yakni meliputi, pemenuhan kebutuhan pakaian atau sandang, makanan untuk sehari-hari, rumah atau tempat tinggal yang nyaman dan aman. 3. Menggauli Istri dengan Baik Selain pemenuhan nafkah secara lahir, istri juga berhak dipenuhi kebutuhan nafkah batinnya dan juga lahiriah atau seksualnya. Nafkah batin ini menjadi salah satu kewajiban suami yang wujudnya berupa hubungan suami istri yang bersifat mesra, intim, dan penuh dengan kasih sayang. Untuk kriteria hubungan intim yang baik menurut pandangan Agama Islam yaitu tidak ada unsur paksaan di dalamnya. Dimana kedua belah pihak sama-sama mau dan berlandaskan consent. Apabila istri menolak untuk melakukan hubungan suami istri dengan alasan yang rasional dan kuat, maka seharusnya suami bisa memahaminya dan tidak marah. 4. Menunjukkan Kasih Sayang yang Tulus Kewajiban suami terhadap istri selanjutnya adalah harus selalu menunjukkan kasih sayang kepadanya. Laki-laki tidak perlu selalu terlihat galak ataupun terkesan garang, sebagaimana istri juga tidak perlu selalu bersikap lemah lembut. Keduanya perlu menjalin komunikasi yang baik, termasuk juga menghindari berbicara dengan cara mengintimidasi dan seakan-akan memerintah satu sama lain. Sehingga, cobalah untuk sebisa mungkin menghindari berbicara dengan nada yang tinggi kepada istri. Terlebih sampai mengeluarkan kata-kata yang kasar dan menyakiti hati. Sikap penuh dengan kasih sayang ini merupakan salah satu tanda sayang yang akan membuat istri merasa sangat disayangi dan dicintai oleh sang suami. 5. Menghormati Istri Kewajiban suami terhadap istri yang harus dilakukan yaitu menghormati istri dalam kondisi apapun. Bentuk dari penghormatan suami kepada istri ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Misalnya saja dengan mendengarkan perkataan istri dengan baik, menghargai setiap pendapatnya, melaksanakan perintahnya, dan juga menjaga nama baik istri di depan keluarga serta orang lain. 6. Menghormati Keluarga Istri Seorang suami sudah sepatutnya tidak hanya berbuat baik kepada istrinya saja, tapi juga kepada keluarga dari pihak istri. Dengan menghormati keluarga dari pihak istri akan membuat pasangan merasa lebih tenang dan juga bahagia. Memuliakan keluarga pasangan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Seperti halnya dengan rutin bersilaturahmi atau sekadar bertukar kabar, menjaga nama baik keluarga, mengirimkan makanan ataupun bingkisan kepada mereka, dan saling membantu ketika sedang kesusahan. 7. Menjaga Aib Istri Di dalam Agama Islam, suami istri bagaikan pakaian yang saling melengkapi satu sama lainnya. Oleh karena itu, salah satu kewajiban suami terhadap istri yaitu menjaga aibnya. Jadi, alangkah lebih baik untuk menghindari menceritakan kejelekan ataupun keburukan istri kepada orang lain, terlebih untuk beberapa hal yang sifatnya pribadi. Dengan menceritakan kesalahan ataupun kejelekan istri justru akan meningkatkan risiko munculnya masalah rumah tangga yang lebih rumit dan berisiko menyakiti perasaannya. Hal itu pastinya akan membuat istri merasa sedih dan kecewa. Jadi, para suami harus senantiasa menjaga marwah istri dengan cara menyimpan rapat aib istri rapat-rapat. Perlu diingat bahwa orang yang memiliki kedudukan paling buruk di hari kiamat adalah para suami yang gemar menceritakan keburukan istrinya sendiri. 8. Membimbing Istri Suami merupakan imam di dalam keluarga dan kewajiban suami terhadap istri yang paling utama adalah membimbing istri dan keluarga supaya selalu mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya. Membimbing keluarga ini tidak hanya dalam hal agama saja, namun juga tentang kehidupan sosial juga. Misalnya saja dengan memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak, mengizinkan istrinya untuk tetap belajar berbagai hal baik, dan mengajarkan ilmu-ilmu agama yang baik kepada keluarga Hal ini dijelaskan dalam surah At-Tahriim, ayat 6, yakni Artinya “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan anakmu dan istrimu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka. Dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” QS. At-Tahriim 6. 9. Memaafkan Kesalahan Istri Saling memaafkan merupakan sebuah hal yang sangat diwajibkan oleh Agama Islam. Begitu juga dalam konteks kehidupan berumah tangga. Dimana suami seharusnya memaafkan segala kesalahan istri dengan lapang dada dan begitupun sebaliknya, istri juga harus selalu memaafkan kesalahan suami. Memaafkan akan menjauhkan hubungan suami istri dari perasaan dendam yang dapat mengakibatkan keretakan dalam rumah tangga. Selain itu, baik suami ataupun istri harus mengimbanginya dengan komunikasi yang baik. Supaya masing-masing pihak tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. 10. Tidak Pelit Terhadap Istri Sangat disayangkan bahwa masih banyak suami yang bersikap seenaknya terhadap istrinya, memberikan jatah nafkah yang terbatas dan seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, untuk para suami, yuk selalu penuhi kewajiban untuk memenuhi semua kebutuhan istri dengan baik. Jangan perhitungan jika ingin memberikan nafkah kepada istri untuk kebutuhan rumah tangga. Toh semuanya juga untuk keluarga bukan? Kondisi ekonomi rumah tangga yang baik dan lancar juga menjadi salah satu kunci ketentraman pernikahan. 11. Menjadi Kepala Keluarga yang Baik Seorang suami merupakan seorang imam. Sehingga memiliki kewajiban untuk menjadi pemimpin rumah tangga yang baik. Caranya yaitu dengan memberikan contoh yang baik kepada istri dan anak-anak, memenuhi semua kebutuhan keluarga dengan baik. Akan tetapi, hal tersebut tidak boleh menjadi pembenaran untuk suami dalam bersikap dominan di dalam keluarga. Perlu diingat bahwa kehidupan rumah tangga harus dilandasi dengan konsep “saling”. Baik itu suami ataupun istri memiliki kedudukan yang sama. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus saling membantu. Allah SWT memandang laki-laki sebagai pelindung keluarga yang dinyatakan dalam Alquran surat An-Nisa, ayat 34 Artinya “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka laki-laki atas sebahagian yang lain wanita, dan karena mereka laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” Surat An-Nisa’ ayat 34. 12. Melayani Istri Tidak hanya istri saja yang memiliki kewajiban untuk patuh kepada suami. Namun suami juga memiliki kewajiban yang sama yakni melayani istri dengan baik. Cobalah untuk selalu mendengarkan perkataan istri, tanyakan juga apakah istri memerlukan bantuan. Akan lebih baik lagi jika suami memiliki inisiatif sendiri untuk mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga tanpa perlu disuruh. Hal-hal kecil seperti itulah yang pasti akan membuat istri merasa bahagia dan merasa sangat dicintai oleh suaminya. 13. Memenuhi Keinginan Istri Kewajiban suami terhadap istri selanjutnya adalah memenuhi semua keinginan istri. Selama keinginan istri tidak membebani suami atau bertentangan dengan ajaran agama, maka suami diwajibkan untuk memenuhinya dengan baik dan ikhlas. 14. Tidak Curiga Terhadap Istri Rasa saling percaya merupakan sebuah pondasi yang sangat penting dalam kehidupan berumah tangga. Rumah tangga akan awet dan langgeng jika pasangan suami istri saling percaya satu sama lain dan menghargai tanpa adanya rasa curiga ataupun rasa cemburu yang berlebihan. Rasulullah sendiri juga menganjurkan para suami untuk jangan menaruh rasa curiga terhadap istrinya sendiri. Jadi, mulai sekarang berhentilah untuk mencari kesalahan istri. Memiliki kebiasaan untuk mengecek ponsel ataupun media sosial pasangan hanya karena ingin tahu juga termasuk ke dalam bentuk rasa curiga yang berlebihan. Maka dari itu, yuk kurangi hal tersebut mulai sekarang. 15. Menjaga Harta Istri Menjaga harta istri adalah salah satu kewajiban suami terhadap istri yang harus dilakukan. Adapun arti dari pernyataan ini adalah suami tidak mengklaim harta istri sebagai milik sendiri dan memakainya dengan sesuka hati. Pastinya suami boleh menggunakan harta istri atau uang memiliki istri selama hal tersebut dilakukan dengan sepengetahuan istri dan izin darinya. Kedaulatan perempuan atas kepemilikan harta ini sudah tertuang dengan jelas dalam perintah Al-Quran yang ada di dalam Surat An-Nisa’ ayat 4 mengenai kewajiban pemberian mahar oleh seorang suami kepada istrinya. Artinya “Berikanlah maskawin mahar kepada wanita yang kamu nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, Maka makanlah ambillah pemberian itu sebagai makanan yang sedap lagi baik akibatnya.” Surat An-Nisa’ ayat 4. 16. Bertutur Kata yang Lembut Terhadap Istri Hal ini dimaksudkan supaya suami selalu bertutur kata yang lembut dan santun terhadap istrinya. Walaupun seorang suami berperan sebagai kepala keluarga, namun tidak selayaknya Ia mengambil jarak dengan istrinya. Berkomunikasi dengan cara yang baik dan lembut akan membuat hubungan suami istri menjadi semakin harmonis. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat Fa bimaa rohmatim minallahi lingta lahum, walau kunta fazhzhon gholiizhol-qolbi langfadhdhuu min haulika fa’fu an-hum wastaghfir lahum wa syaawir-hum fil-amr, fa izaa azamta fa tawakkal alalloh, innalloha yuhibbul-mutawakkiliin. Artinya “Maka berkat rahmat Allah engkau Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” QS. Ali Imran 159. 17. Memberikan Janji yang Baik Kewajiban suami terhadap istri selanjutnya adalah memberikan janji yang baik. Ini artinya, suami harus senantiasa membiasakan hal baik, agar hubungan antara suami istri menjadi semakin harmonis. Hal tersebut tentu akan berdampak baik untuk kesejahteraan rumah tangga. 18. Bersikap Lapang Saat Sedang Sendiri Para suami seharusnya memiliki kemandirian, sehingga ketika sang istri sedang tidak ada bersamanya, maka Ia harus bisa melayani dirinya sendiri dengan baik tanpa perlu mengeluh. Demikian penjelasan mengenai kewajiban suami terhadap istri yang harus dipenuhi dan dipahami. Hal ini bertujuan agar hubungan rumah tangga selalu terjalin dengan baik dan bisa membawa suami istri ke dalam kehidupan yang damai dan dekat dengan Allah SWT. ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
kesabaran suami terhadap istri